Postingan

Harapan (Part 2)

Ada yang diam diam menyebut namamu dalam do'a; menjagamu lewat do'anya namun berusaha menolak rindu dan mengubah rasa yang sempat ada menjadi tawar sebab bukanlah haknya.
Lantas, ketika tak sengaja bertemu ia mencoba biasa saja. Ia tak menampakkan apa yang tersangka di hatinya. Memang keinginan itu menggebu dan sulit ditakhlukkan. Ingin terkadang seperti remaja pada umumnya, berbagi kasih sayang dan cinta tanpa lagi peduli tentang ilmu hati yang pernah dipelajari. Namun iman di dalam dadanya mencengkeram kuat sehingga takutlah dirinya terhadap keinginannya itu.
         Sebenarnya ia sangat malu sebab sempat pula berkeinginan jauh, berandai-andai; andai menjadi milikku, andai aku bersamanya saat ini, andai kelak aku menikah dengannya, andai kelak menempuh suka duka bersama dengan buah cinta,, andai,, andai,,
Dan berakhir lalai.
Dengan rasa malunya, ia tunduk dalam doa. Bukan meminta agar di dekatkan pada kecenderungan hatinya. Ia meminta kepada Allah agar hati yang s…

Harapan (Part 1)

Gambar
Sebelumnya, pernah kah kau berpikir tentang kota ini? Tidak. Tak pernah sama sekali. Tapi pada suatu hari, pikiranmu mencari tempat yang memberi kenangan, kenyamanan, kedamaian. Lalu, engkau meminta kepada Rabb-Mu, ' Ya Allah Tempatkanlah aku pada tempat yang engkau berkahi. Dan Engkau sebaik-baik pemberi tempat'. Aku percaya, kekuatan terbesar yang membuat diriku bisa kemari adalah doa dan restu dari orangtuaku. Dan setelah diingat kembali, dahulu saat aku duduk ditingkat dua perkuliahan, salah satu kampus dalam negeri yang menjadi tujuanku berada di kota ini. Ya, kamu pasti tahu itu.             Jauh sebelum aku mengenal seseorang yang juga menuntut ilmu di kota ini. Harapan itu sudah ada. Dan doa itu semakin kuat, sejak .....
Senin, 11 desember 2017. Aku duduk di ruang tunggu depan kantor jurusan IPS. Alasan utama aku disini adalah untuk menunggu dosen meminta tanda tangan pengesahan skripsi dan bertemu sahabatku yang jauh datang dari riau. Tepat pukul 09.10, rus…

Sederet Asa

Dimana kini engkau berada? Apakah kini engkau sudah lebih dekat dengan mimpi-mimpimu? Masihkah terjamah satu per satu cita yang dulunya tersimpan Dibalik kasat mata semua telahberlalu dengan cepatnya Sekeluit asa pun tak lagi jadi buah bibr Terbiasa sudah diri bertempur Maka malam-malam pun menjadi tempat persinggahan Berdiri di bawah bulan dan kau mulai mencari bintangmu Sederet asa kau pikul untuk dengan ringan Berlari melepas susah yang dirasa

Papah dan Iyuk

Allah, Hamba Takut!

Dalam doa-doaku, Selalu ada Engkau
Berharap. bila tiba waktunya nanti, bisa bertemu denganMu
Tak henti-hentinya bibirku meminta
Aku ingin bertemu denganMu ya Rabbku
Allah, hamba ingin bertemu denganMu
Allah,hamba ingin berkumpul dengan kekasihmu
Bila semua yang kupunya bisa digadai untuk itu, hamba ikhlas Ya Rabb
Allah.....
Doa-doaku tetap ingin bertemu denganMu
Allah....Allah...Allah

Coretan Mahasiswi Tingkat Akhir

Sekarang iyuk tahu, begini rasanya menjadi mahasiswi tingkat akhir. Harus berani, mandiri, dan cekatan.
Ada masa dimana rasanya tuh takuutt banget. Dan Allahku sedang melihatku, menjagaku. Itu yang tersirat dipikiran saat itu. Kesana kemari, mencari tempat penelitian dan kudu berani tanya sana sini. Yah, kalau kagak gitu, lo bakal diam ditempat. Yang nggak biasa dilakuin jadi harus maksain ngelakuinnya. Mengejar deadline, berusaha sekuat mungkin untuk dapat hasil yang terbaik. Untuk setiap doa padaNya, hambanya yang lemah ini terus meminta RidhaNya disetiap langkah dan memohon kelancaran urusan, juga rasa sabar.
Dalam berbagai kesempatan, kita bakalan diuji untuk jadi orang yang lebih sabar banget. Sabar tentang waktu, orang, dan banyak hal lainnya. Perjalanan ini mengajarkanku banyak hal. Ambil hikmahnya, dan tetap semangat, pantang menyerah! Allahu Akbar

*iyuk itu adalah panggilan kecil saya. Mulai dari kecil dipanggil iyuk sama mbak, mas, dan dikmas. Dan sekarang, ketika teman-teman…

Membumihanguskan Rasa

Gambar
Membumihanguskan rasa
Sampai tiba masanya nanti, biarlah aku menjaga diri.
Membina diri untuk ketaatan kepadaNya
Mengukir taqwa dijalanNya.
Sewajarnya, ini adalah ujian.
Sepatutnya ini adalah tanda.
Hamba hanya manusia yang lemah
Setidaknya dengan ini, hamba tahu.
Aku adalah seorang hamba yang penuh dengan ujian. Dan rasa ini, adalah ujian bagiku